cara tips memilih lampu hemat energi

infodejava | 18:19 | 4 komentar

cara tips memilih lampu hemat energi - apa itu lampu hemat energi ? apa kelebihan lampu hemat energi dibanding lampu bohlam biasa ? bagimana lampu hemat energi yang baik dan awet? seberapa hemat biaya yang kita simpan jika menggunakan lampu hemat energi ?serta bagaimana cara memilih lampu hemat enegi ?

Kita sering membeli lampu tetapi sebenarnya banyak sekali pilihan dan kriteria dalam pemilihan lampu.
Beberapa pertimbangan pembelian lampu secara sederhana:
-Harga
-Merk
-Watt sebagai pilihan untuk tingkat penerangannya
-Cool white/  daylight / warm white untuk type Color Temperaturenya

Pemilihan yang lebih DETAIL :
-Umur pakai biasanya disebut jam nyala (hours), jangan melihat umur secara tahun yang biasanya dicantumkan di packagingnya karena itu hanya promosi dan tiap merk menggunakan asumsi yang berbeda untuk pemakaian perharinya (produsen selalu mencantumkan"*" utk asumsi pemakaian jam perhari) Ada yang cantumkan 3 tahun dengan 5 jam perhari ( umur pakai 6000hours) atau 4 tahun dengan 5.5 jam per hari (umur pakai 8000hours), terakhir saya dapat 10 tahun dengan 4 jam perhari (umur pakai 15000hours) . Perhatikan umur pakai jam nyalanya.
-Color Rendering Index (CRI) adalah kemampuan sumber cahaya dalam memberikan akurasi perbedaan warna pada benda, semakin tinggi berarti semakin bagus persepsi penglihatan  kita terhadap warna benda.Tetapi tidak semua produsen lampu mencantumkan CRI. CRI memilik range dari 0-100, biasanya LHE standard hanya memiliki CRI sekitar 80. Ada TL yang sampai CRI 95-97 dan biasanya untuk professional room misalnya laboratorium atau boutique textile.
-Lumen (lm) atau Candela (Candle Power) atau Lux adalah light output / tingkat kekuatan cahaya yang dihasilkan, semakin tinggi semakin terang. Tapi untuk lampu LHE kita biasa pakai lumens. Banyak juga produsen yang tidak mencantumkan tingkat kekuatan cahayanya, dan hanya watt-nya saja. Karena tidak semua produsen mencantumkan tingkat kekuatan cahanya, maka kita cuma berpedoman pada watt-nya, padahal banyak merk lampu yang boros listrik karena watt-nya besar tapi cahayanya lemah. Jadi pastikan lampu yang anda beli memang terang sesuai kebutuhan dengan watt yang rendah. Bila tidak tercantum tingkat cahayanya, selalu coba bandingkan nyalanya dulu, bukan cuma berdasarkan watt-nya.
-lm/watt menunjukan efisiensi lampu tersebut, semakin tinggi lm/watt nya berarti lampu tersebut bisa memproduksi cahaya lebih terang dengan listrik yang sama. Salah satu produsen terkenal memproduksi TL panjang (TL5HE) yang hemat energi dengan 104 lm/watt jadi lebih terang dan hemat listrik. Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa memilih lampu berdasarkan tingkat terang yang kita butuhkan dan bukan watt konsumsi listriknya. Jangan kaget bila kita beli merk abal-abal dengan watt yang sama tapi sinarnya lebih redup.  
-Voltage range adalah kemapuan lampu dalam perubahan voltage, karena bila voltage di rumah kita tidak stabil, Lampu LHE ini yang menggunakan electronik ballast juga mudah rusak. Pilih LHE yang memiliki voltage range yg lebar. Misal 170V-250V.
-Colour Temperature (satuan Kelvin) adalah tingkat panas atau dinginnya sinar yang dihasilkan, Walaupun agak membingungkan karena semakin tinggi malah semakin putih. Bila rendah berwarna merah dan semakin tinggi semakin putih kemudian biru. Tetapi biasanya hanya dituliskan klasifikasinya saja yaitu warm white atau cool white atau daylight. Secara detail Warm white memiliki color temperature <3000K (sinarnya kuning), cool white sekitar 4000K, daylight >5000K (sinarnya putih). Biasanya juga ada yang disingkat misal D65 berarti daylight 6500K
Waktu saya ingin mengganti lampu ruang keluarga yang sekaligus 6 buah, saya ingin memilih lampu yang tepat dan dengan umur pakai yang panjang agar tidak repot menggantinya.
Lampu yang sekarang kita biasa pakai adalah Lampu Hemat Energi (LHE) yang nama sebenarnya adalah Compact Fluorescent Lamp(CFL). Sebenarnya teknologinya mirip dengan lampu neon panjang/TL (Tube luminescent), cuma sekarang lebih kompak dan sudah pakai elektronik ballast, juga fittingnya pakai ulir type E27. Jadi lampu TL/neon lama kita yang putih panjang bila diganti dengan elektronik ballast (bukan trafo dan starter lagi) sudah setara dan sehemat LHE/CFL, malah murah biaya perawatannya karena cuma ganti tube-nya saja. Atau ganti dengan type TL 5HE yang jauh lebih hemat listrik (terhemat untuk kelas fluorescent lamp kecuali dibandingkan dengan LED yg sekarang juga sudah mulai digunakan sebagai pengganti LHE/CFL)
Jangan terpengaruh promosi di kardus mengenai perbandingan dengan lampu pijar,(~1000hours) karena sebenarnya sudah berpuluh tahun yang lalu lampu pijar di tinggalkan dan Fluorescent lamp dikembangkan sejak tahun 1920. Lampu Hemat Energi memang lebih hemat listrik dan umurnya lebih panjang dibandingkan dengan lampu pijar. Sekarang kita harus membandingkan antara lampu Hemat Energi yang satu dengan Lampu Hemat Energi yang lain, itu baru "apple to apple"
Sebelumnya saya sering memakai Osram (Siemens Group) yang masih made in Germany (ada yg masih nyala sampai sekarang dari tahun 2003), tetapi sekarang semua merk sudah made in China dengan kualitas lebih rendah dan ekonomis.Jadi dirumah sebagian sudah tergantikan merk yang terkenal lainnya dan mudah didapat di toko dan supermarket. Lampu dengan merk-merk terkenal hanya memiliki umur pakai 6000hours atau 8000hrs. Produsen memproduksi LHE dengan harga se ekonomis walaupun umurnya pendek, terutama utk negara berkembang seperti kita, (juga mungkin biar sering ganti, kan jarang yang memperhatikan spesifikasinya dan beli berdasarkan merk saja)
Setelah membandingkan, akhirnya mendapatkan lampu dengan spesifikasi sebagai berikut :
Type : LHE/CFL
Bentuk : Light capsule (dengan selubung bulat)
Power : 12 watt
Rated life : 15,000hours
Voltage range : 170-250V
Color Temperature/ warna sinarnya : Cool Daylight (putih)
Fitting : Ulir E27 (standard)
CRI : 84 (merk terkenal lain juga berkisar CRI 80, kecuali type TL panjang yang model lama CRI<70 )
Lumen/tingkat kekuatan cahaya : 730lm (berarti  lampu ini tingkat effisiensinya 60.8 lm/watt, yg merk terkenal lain sekitar 48lm/watt, kecuali yg type twist 60lm/w)
atau lampu hemat energi LED dari philips
Harga : Memang lebih mahal dari LHE biasa tanpa selubung, tapi setengah harga dari merk lain dengan model yang sama (selubung bulat) dan umur pakainya dua kali lipat (biasanya mereka cuma 8000hrs)
Merk : Panasonic - Made in Indonesia (Cinta Produk Indonesia!)
Tips :
Hati-hati dengan pecahan lampu, singkirkan dengan koran basah agar pecahan kecil bisa menempel dan masukkan dalam kantong plastic untuk dibuang, jangan tersentuh tangan karena masih banyak yang memproduksi dengan kandungan mercury walaupun sedikit sekali, apalagi bila kita luka oleh pecahannya, Jangan membersihkan dengan vacuum cleaner, karena debunya malah bisa menyebar karena bisa menembus filter.
Hitung juga biaya lampu anda per bulan dengan cara :
lampu berapa Watt x nyala berapa jam per hari /1000 (Watt ke kWh) x30 hari/bulan x Rp. 650 /kWh (rata-rata tariff PLN)
Misal : 12 watt dengan nyala jam 17.00 sampai jam 22.00 (5jam)
12wattx5jam/1000x30x650 = Rp.1.170 per bulan
nah sudah cukup jelaskan info tentang cara tips memilih lampu hemat energi

Category:

About GalleryBloggerTemplates.com:
GalleryBloggerTemplates.com is Free Blogger Templates Gallery. We provide Blogger templates for free. You can find about tutorials, blogger hacks, SEO optimization, tips and tricks here!

4 comments:

  1. Saatnya menggunakan lampu hemat energi.

    ReplyDelete
  2. wah bagus artikelnya....sudah saatnya kita menggunakan lampu yg hemat energi gi green indonesia

    ReplyDelete
  3. yang penting milih lampu hemat energi yang tahan lama, jadi hemat kantong juga. makasih sharenya

    ReplyDelete